Zaman sekarang, apabila seseorang menjaga aurat dengan sempurna atau bertudung labuh sedikit sahaja, sudah ada yang menyangka kita seorang ustazah. Begitu nipisnya iman umat hari ini. Tentang Dajjal pun ramai masih terpinga-pinga, walhal kita sebenarnya sedang berada dalam fitnah Dajjal itu sendiri.
Fitnah Dajjal Datang Secara Perlahan
Ulama selalu berpesan:
“Fitnah Dajjal tidak muncul secara tiba-tiba.”
Ia datang sedikit demi sedikit…
Menjadikan hati manusia:
-
Biasa dengan dosa,
-
Biasa dengan maksiat,
-
Biasa dengan perkara syubhah,
sehingga akhirnya hilang rasa malu kepada Allah.
Fitnah Bermula Sebelum Kemunculan Fizikal Dajjal
Sebelum Dajjal muncul secara nyata,
fitnahnya sudah bergerak dalam diam.
Ia bukan bermula dengan makhluk pelik.
Ia bukan dengan ramalan menakutkan.
Ia bukan dengan simbol-simbol yang kita sangka.
Fitnah itu bermula…
-
Dengan hati yang semakin jauh daripada Al-Quran
-
Dengan manusia yang percaya kepada teknologi lebih daripada Tuhan
-
Dengan gaya hidup yang hilang batas
-
Dengan aurat yang dianggap pilihan
-
Dengan akhlak yang semakin longgar
-
Dengan kebenaran yang diganti dengan “pendapat peribadi”
Hati Yang Rapuh Mudah Ditunggang
Dajjal nanti hanya menunggang apa yang manusia sudah lemah sejak awal.
Dia tidak memerlukan kuasa besar jika hati manusia sudah rapuh.
Kata para ulama:
“Fitnah Dajjal bukan hanya menipu mata, tetapi menipu hati yang tidak lagi dibimbing wahyu.”
Fitnah Dajjal Sudah Ada Dalam Kehidupan Kita
Hari ini, fitnah itu sudah berada:
-
Dalam telefon kita
-
Dalam hiburan kita
-
Dalam normalisasi fesyen dan budaya
-
Dalam hilangnya malu dan batas
-
Dalam trend manusia mempersendakan agama
Dajjal tidak perlu muncul untuk menjatuhkan iman;
cukup dengan kebiasaan kita yang perlahan-lahan menjauhkan diri daripada Allah.
Zaman Bara Api di Tangan
Inilah zaman yang Rasulullah SAW peringatkan…
Zaman di mana memegang iman terasa seperti menggenggam bara api.
Semoga Allah memelihara kita, anak-anak kita, dan keluarga kita…
Daripada fitnah yang paling besar ini.
Aamiin.





